Pesan Bijak Ma’ruf Amin kepada Kiai Banten

Jokowi Ma’ruf Amin merupakan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 pada pemilihan umum tahun 2019 mendatang. Mulai saat ini, tim pemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin telah menyusun banyak jadwal dan rencana sebagai rangkaian program kampanye pasangan ini untuk menghadapi pemilihan umum yang semakin dekat.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Dari setiap kegiatan yang dijalani, terdapat pesan-pesan penting yang disampaikan baik oleh calon presiden maupun calon wakil presiden. Kali ini kita akan membahas pesan Ma’ruf Amin yang disampaikan untuk kiai Banten seputar kehidupan berbangsa dan bernegara.



Pesan ini disampaikan oleh Ma’ruf Amin pada sebuah kesempatan sat ia bersilaturahmi di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata) Serang. Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin banyak menyampaikan pesan yang berhubungan dengan agama serta kehidupan bernegara.

Tidak Melupakan Sejarah

Ma’ruf Amin membuka pesannya dengan menyampaikan bahwa kita harus belajr dari sejarah. Kita tak boleh melupakan sejarah dan harus banyak belajar dari para pendahulu kita yang membangun NKRI dan pancasila. Beliau menambahkan bahwa salah satu contohnya adalah Nabi yang pernah melakukan mitsaq yaitu kesepakatan demi kedamaian Madinah.

Setelah diumumkan pasangan Jokowi Ma’ruf Amin, banyak yang bertanya-tanya mengapa Jokowi memilih seorang ulama sebagai pasangan calon wakil presidennya. Ma’ruf Amin dalam kesempatan silaturahmi ke Serang ini mengungkapkan bahwa kaum ulama juga memiliki peran besar dalam menjaga kesaturan negara kita sejak jaman penjajahan dahulu.

Ma’ruf Amin mengingatkan kita bahwa pada jaman penjajahan dulu, ulama-ulama di bawah kepemimpinan Rais Akbar mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad. Resolusi Jihad inilah yang kemudian membangun semangat umat Islam untuk bersatu dan melawan penjahahan orang-orang Belanda.

Berpegang pada Pancasila dan NKRI

Sebagai warga negara yang baik, kita harus memiliki landasan yang pasti dalam kehidupan bernegara. Kita harus berpegang teguh pada Pancasila dan NKRI. Konsep dasar negara Pancasila ini jika dilihat kembali sejarahnya juga tak bisa lepas dari peran para ulama. Para ulama telah membentuk sebuah kesepakatan dalam bentuk konsep dan dasar negara Pancasila.

Isu agama yang saat ini sering disangkutpautkan dengan isu politik memang terkesan menuju ke arah negatif. Namun, jika kita melihat kembali sejarah dan berpegang teguh pada prinsip negara sekaligus NKRI, seharusnya kita tak lagi membawa isu agama dan isu politik ke arah yang negatif.

Sebagai bagian dari ulama di Indonesia, Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa negara kita memiliki prinsip ketuhanan yang tercantum dengan jelas di pancasila. Seperti kita tahu bahwa sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Menurut Ma’ruf Amin ini menunjukkan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang bertauhid.

Ma’ruf Amin juga mengungkapkan bahwa pembelaan terhadap para ulama sudah dilakukan sejak lama. Aksi ini juga mendapatkan respon yang positif dari sang presiden Joko Widodo. Salah satu bukti nyata yang bisa kita lihat saat ini adalah adanya Komite Nasional Keuangan Syariah yang dibentuk pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo.

Pasangan Jokowi Ma’ruf Amin akan berusaha untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi di masa depan. Dengan membawa Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden, masyarakat berharap Jokowi bisa membawa kemajuan untuk para ulama dan kehidupan santri di seluruh Indonesia.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini